Warta

Tim SAR Temukan Dua dari Empat Korban Rumah Tertimbun Longsor di Belimau Samarinda

KLIKSAMARINDA – Bencana tanah longsor yang melanda rumah warga Jalan Giri Rejo Bilimau, RT 22, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, berubah menjadi tragedi dengan penemuan dua jenazah korban pada Senin 12 Mei 2025.

Tim gabungan penyelamat yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kota Samarinda, Polri, TNI, dan relawan melakukan evakuasi dramatis dengan menggunakan berbagai peralatan.

Mulai alat berat hingga cangkul untuk menemukan dan memisahkan jenazah dari material lumpur yang menimbunnya sehingga upaya pencarian menemukan korban.

Hamdanah (50), ibu berusia 50 tahun, ditemukan pertama kali pukul 15.20 WITA di ruang tengah rumahnya.

Sekitar pukul 16.50 WITA, tim pencarian berhasil menemukan jenazah Nasrul (25), anak keduanya, di kamar bagian depan rumah.

Petugas langsung mengevakuasi kedua jenazah korban ke Rumah Sakit Umum AW Syahranie.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan ekstra hati-hati mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berisiko longsor susulan.

“Kami menggunakan berbagai peralatan termasuk dua unit ekskavator, drone thermal, dan alat ekstrikasi untuk mencari korban,” ujarnya.

Kronologi bencana bermula dari hujan deras yang terjadi sejak Minggu sore hingga Senin pagi, mengakibatkan longsor di tebing setinggi 80 meter.

Akibatnya, tiga rumah warga tertimbun lumpur dan dua lainnya terkena imbas longsoran material tanah.

Empat korban yang tertimbun merupakan satu keluarga, terdiri dari:
1. Hamdanah (50) – Ibu
2. Nasrul (27) – Anak Kedua
3. Nurul Sakira (17)
4. Safitri (14)

Dua orang lainnya, Tajudin (45) dan Sarul (22), berhasil selamat dari musibah tersebut.

Saat ini, pencarian masih berlanjut untuk menemukan Nurul Sakira (17) dan Safitri (14) yang masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan.

Untuk mengamankan lokasi dan menangani dampak longsor, Pemerintah Kota Samarinda telah menempatkan empat unit ekskavator di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian Polresta Samarinda juga memasang garis polisi untuk mencegah warga yang terus berdatangan ke lokasi.

Mardi Sianturi menambahkan, “Kami terpaksa menghentikan pencarian karena waktu yang semakin gelap, mengingat risiko bahaya bagi para penolong.”

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari tim penyelamat selama proses pencarian dan evakuasi akan berlanjut Selasa 13 Mei 2025. (Suriyatman)

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *